Tiga pembeli memesan barang yang sama seharga Rp150.000. Satu jam kemudian, ada dua transfer Rp150.000 yang masuk. Yang mana dari mereka yang sudah bayar?
Inilah masalah yang diselesaikan kode unik transfer: beberapa rupiah tambahan yang membuat total setiap pesanan berbeda, sehingga setiap dana masuk bisa dicocokkan dengan satu pesanan.
Apa itu kode unik
Kode unik adalah angka kecil, biasanya 1 sampai 999 rupiah, yang ditambahkan pada total tagihan. Pesanan Rina seharga Rp185.000 menjadi Rp185.421; pesanan Dewi seharga Rp99.000 menjadi Rp99.208. Saat Rp185.421 masuk, kamu tahu pasti itu dari Rina.
Banyak toko online dan halaman pembayaran memakai cara ini karena sederhana dan tidak butuh sistem apa pun dari bank.
Kenapa kode unik penting
- Tahu siapa yang sudah bayar, bahkan saat banyak pesanan berharga sama.
- Lebih sulit dipalsukan. Bukti transfer palsu harus menebak nominal yang persis, dan nominal itu harus benar-benar masuk ke rekeningmu.
- Rekap jadi rapi. Setiap dana masuk punya pasangan pesanannya. Lihat rekap transfer masuk harian.
Ditambah atau dipotong?
Ada dua cara memakai kode unik:
- Ditambahkan ke harga: Rp185.000 + 421 = Rp185.421. Pembeli membayar sedikit lebih banyak; selisihnya kecil.
- Dipotong dari harga: Rp185.000 − 421 = Rp184.579. Pembeli membayar sedikit lebih sedikit. Sebagian penjual memilih ini supaya pembeli tidak merasa dibebani.
Yang penting, kode unik setiap pesanan yang masih menunggu pembayaran harus berbeda satu sama lain.
Cara memakai kode unik secara manual
- Saat pesanan masuk, pilih kode yang belum dipakai pesanan lain yang masih menunggu, misalnya 421.
- Hitung totalnya, lalu tulis dengan jelas di pesan ke pembeli.
- Catat di buku atau spreadsheet: nama pembeli, total dengan kode unik, dan status.
- Saat dana masuk, cari nominal yang persis sama di catatanmu, lalu tandai lunas.
Contoh pesan ke pembeli:
Halo kak Rina, terima kasih sudah order. Totalnya Rp185.421 ya, sudah termasuk kode unik. Mohon transfer tepat sampai 3 digit terakhir supaya pembayarannya langsung terkonfirmasi.
Cara otomatis dengan CekMasuk
Di CekMasuk, fitur Pesanan melakukan semua langkah di atas:
- Buat pesanan baru: isi harga barang, nama pembeli, dan nomor WhatsApp-nya bila ada.
- CekMasuk memilih kode unik yang belum dipakai pesanan lain dan menghitung totalnya.
- Pesan tagihan, lengkap dengan rekening tujuanmu, siap dikirim ke WhatsApp pembeli.
- Saat dana dengan nominal persis itu masuk ke salah satu rekening atau e-wallet yang dipantau, pesanan otomatis lunas, dan kamu mendapat kabarnya.
- Kirim konfirmasi lunas ke pembeli dengan sekali ketuk.

Kode unik bisa diatur untuk ditambahkan atau dipotong dari harga di Pengaturan.
Kalau pembeli tidak transfer persis
Kadang pembeli membulatkan nominal, misalnya Rp185.000 untuk tagihan Rp185.421. Pesanan tidak akan lunas otomatis, karena nominalnya tidak persis sama. Saat kamu mengecek bukti transfernya, CekMasuk menunjukkan dana yang Mirip: ada selisih beberapa rupiah, kemungkinan kode unik tidak ikut ditransfer. Kamu tinggal memutuskan. Lihat juga cara cek bukti transfer palsu.
Supaya jarang terjadi, tulis total dengan kode unik di baris tersendiri, tebalkan, dan ingatkan pembeli untuk mentransfer sampai tiga digit terakhir.
Cek dana masuk tanpa membuka lima aplikasi
CekMasuk membacakan setiap dana masuk dari bank dan e-wallet di HP-mu, dan mencocokkan bukti transfer pembeli dengan notifikasi yang benar-benar masuk. Tanpa login bank, tanpa password.



